2 Maret 2026
Penerapan Pemilahan Sampah: Sediakan tempat sampah yang terpisah berdasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan B3). Pastikan labelnya jelas agar tidak tertukar.
Gerakan Zero Plastic: Ajak siswa dan guru membawa botol minum (tumbler) dan kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai di kantin.
Pembuatan Kompos Sekolah: Olah sampah daun dan sisa makanan dari kantin menjadi pupuk organik melalui lubang biopori atau pengomposan sederhana.
Bank Sampah Sekolah: Bentuk unit Bank Sampah di mana siswa bisa menabung sampah anorganik yang bernilai ekonomis untuk didaur ulang.
Upcycling Kreatif: Manfaatkan barang bekas menjadi karya seni atau alat peraga edukasi yang berguna di dalam kelas.
Program "Satu Siswa Satu Pohon": Ajak setiap siswa merawat satu tanaman di sekolah. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Kebun TOGA (Tanaman Obat Keluarga): Manfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan kencur sebagai sarana edukasi kesehatan.
Taman Vertikal (Vertical Garden): Jika lahan terbatas, gunakan dinding sekolah untuk menanam tanaman hias menggunakan botol bekas atau pot gantung.
Pembuatan Lubang Biopori: Buat lubang resapan air di titik-titik strategis untuk mencegah genangan air dan menyuburkan tanah.
Green House Sekolah: Bangun area khusus untuk pembibitan tanaman agar koleksi vegetasi sekolah tetap terjaga dan beragam.
Hemat Air, Selamatkan Bumi: Pasang stiker pengingat di dekat keran untuk mematikan air setelah digunakan.
Pemanfaatan Air Bekas Wudhu: Alirkan air bekas wudhu atau cuci tangan untuk menyiram tanaman di taman sekolah.
Optimalisasi Cahaya Matahari: Gunakan jendela besar dan ventilasi yang cukup agar kelas tetap terang dan sejuk tanpa harus selalu menyalakan lampu atau AC.
Kampanye "Matikan Jika Tidak Digunakan": Budayakan mematikan peralatan elektronik dan lampu saat jam pulang sekolah atau saat ruangan sedang kosong.
Kantin Sehat Adiwiyata: Pastikan kantin hanya menjual makanan yang bebas pengawet, pewarna buatan, dan penyedap rasa berlebihan.
Jumat Bersih Berkala: Jadwalkan kegiatan kerja bakti seluruh warga sekolah setiap hari Jumat untuk membersihkan area yang jarang terjamah.
Perawatan Toilet Maksimal: Pastikan toilet selalu dalam kondisi kering, harum, dan tersedia air bersih yang cukup.
Fasilitas Cuci Tangan: Sediakan wastafel dengan sabun di depan setiap kelas untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Duta Lingkungan Sekolah: Pilih perwakilan siswa sebagai agen perubahan yang bertugas mengingatkan teman-temannya untuk menjaga kebersihan.
Integrasi Kurikulum: Masukkan isu-isu lingkungan ke dalam materi pembelajaran di kelas agar kesadaran lingkungan menjadi bagian dari pengetahuan dasar siswa.